UNTUKMU, AKU BISA MENJADI APA PUN
Aku mungkin adalah pendengar yang baik untukmu, atau malah akulah yang terbaik, karenan aku selalu mendengar apa apa keluh mu dengn hati, aku mendengarnya tanpa sedikitpun menyela. Namun, seringnya aku selalu mendengarkan tanpa didengarkan.
Itu bukan menjadi masalah bagiku, karena setiap di akhir cerita yang kamu sampaikan, selalu terlukis senyum manis di bibirmun. Senyuman yang menandakan bahwa sedih dan tangismu sudah terurai. sesederhana itu bahagiaku. Aneh memang.
"gimana sudah lega setelah semuannya kamu ceritakan?"tanyaku sambil mengusap air mata yang kian mengering pipinya saat itu. Aku pun bisa menjadi penolong yang hebat untuk mu, bahkan aku bisa menjadi apa pun yang kamu butuh, aku bahagia menjadi orang lain yang bahkan tidak aku suka, semua itu hanya demi memastikan bahwa bahagiamu utuh.
Tak masalah untuk ku jika harus kehilangan diri sendiri karena setidaknya aku lah satu-satunya orang yang selalu menemanimu meski seisi bumi sedang tidak bersikap baik padamu. Meski singkatnya hari, sejenak terasa lama, sebentar terasa mani. Jauh didalam hatiku, aku ingin menuntutmu bertanggung jawab atas yang kamu lakukan selama ini. Atas pencurian hatiku yang berharga olehmu. Namun, tuntutan yang ingin aku layangkan kepadamu itu hanya sebatas omong kosong belaka.
Karena kamu sebenarnya memang tak pernah mencuri hatiku. Karena pada kenyataannya aku sendiri lah yang menyerahkannya kepadamu. sukarela, tanpa paksaan. Entah itu disebut bodoh atau memang perasaan ini terlalu kukuh. Pada akhirnya, semua yang telah ku lakukan selama ini, bagimu hanya sebuah nyanyian tanpa suara, sebuah intonasi tanpa nada. Sebuah perjuangan yang tak kau sadari, atau bahkan sebuah pengharapan yang oleh ku terlampau tinggi. Kamu mengakuin aku memang ada, tapi hanya sekadarnya saja.
Entah sampai kapan aku akan memperjuangkanmu dalam-dalam, entah berapa purnama aku harus bertahan dalam diam. Namun, percaya lah aku bukanya belum menemukan waktu yang tepat untuk menyuarakan isi hati, aku hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk siap patah harti.
penulis: Novita Widia Wati
Hikmah Auliani

Komentar
Posting Komentar